Selasa, 15 September 2015

merawat kolam

Air keruh tidaklah sehat, baik air yang ada di kolam renang, akuarium, atau kolam. Ada berbagai penyebab yang bisa membuat air sangat keruh, tetapi setelah melakukan beberapa percobaan, Anda biasanya akan bisa menjernihkan air keruh ini.
Metode 1 dari 3: Kolam Renang
  1. Remove Turbidity Step 1.jpg
    1
    Bersihkan sampah organik. Gunakan jaring kolam renang untuk menyaring semua sampah besar yang terlihat di air. Sampah organik biasanya termasuk dedaunan, ranting, dan bangkai serangga.
    • Sampah organik bisa merusak dan membuat endapan di air. Kotoran pada sampah itu juga bisa membuat air keruh.
  2. Remove Turbidity Step 2.jpg
    2
    Jalankan filter. Nyalakan filter air 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu sampai air bersih lagi.
    • Jika meteran tekanan menunjukkan angka 3,6 sampai 4,5 kg lebih tinggi daripada tekanan awal saat dinyalakan, filter harus dicuci atau dibersihkan.
    • Selama meteran tekanan tidak mencapai angka ini, biarkan sampah masuk ke dalam filter. Beberapa kotoran dan sampah di dalam filter justru akan membantu karena membuat filter bisa menyaring partikel-partikel kecil.
  3. Remove Turbidity Step 3.jpg
    3
    Ukurlah komposisi air di kolam renang. Ukurlah tingkat pH air, komposisi klorin, dan sianurat klorida. Setelah diukur, Anda bisa membuat beberapa penyesuaian untuk mengatur tingkat komposisi air ini.
    • Paket penguji air kolam renang di rumah biasanya cukup berguna.
    • Jika Anda tidak memili paket peralatan tersebut atau jika Anda curiga hasilnya tidak akurat, ambil sampel air di kolam renang Anda kemudian bawa ke toko perlengkapan kolam renang untuk diuji secara profesional di sana.
    • Tingkat klorin seharusnya antara 1,0-3,0 bpj (bagian per juta atau parts per million/ppm), dan tingkat pH seharusnya antara 7,2-7,4. Tingkat asam sianurat seharusnya antara 40 bpj.
    • Perhatikan juga tingkat kekerasan kalsium dan alkalinitas total.
  4. Remove Turbidity Step 4.jpg
    4
    Lakukan shocking. Jika jumlah klorin di kolam renang sangat rendah, lakukan shocking atau klorinasi super (meningkatkan penggunaan klorin dari biasanya) dengan menambahkan 1,35 kg butiran klorin per 2.500 L air.
    • Tingkat klorin yang rendah adalah penyebab paling sering air di kolam renang menjadi keruh. Sinar matahari dapat merusak klorin dan membuatnya kurang efektif. Saat hal ini terjadi, bakteri akan berkembang biak di dalam air dan membuat air keruh.
    • Jika Anda mendapati tingkat klorin hanya sedikit lebih rendah dari biasanya, Anda bisa mengatasinya dengan menambah jumlah klorin sesuai petunjuk label. Shocking hanya diperlukan jika tingkat klorin sangat rendah.
  5. Remove Turbidity Step 5.jpg
    5
    Larutkan air. Jika air Anda memiliki tingkat asam sianurat tinggi, shocking saja mungkin tidak cukup. Turunkan tingkat asam sianurat dengan mengalirkan 20 persen jumlah air, lalu isi kembali kolam renang dengan air baru.
    • Tingkat asam sianurat yang terlalu rendah akan membuat sinar matahari mudah memecah klorin di kolam renang Anda, membuat air mudah kotor dan dihinggapi bakteri. Anda hanya perlu melarutkan atau mengalirkan air jika tingkat asam sianurat 100 bpj atau lebih.
  6. Remove Turbidity Step 6.jpg
    6
    Gunakan penjernih kolam renang. Jika semua cara di atas gagal, Anda bisa mencoba menggunakan cairan penjernih kolam renang kimia untuk menjernihkan air. Aturan/dosis penggunaan berbeda-beda tergantung pabrik, jadi periksa petunjuk di label sebelum memakainya.
    • Penjernih kimia akan mengikat dan membekukan partikel-partikel kecil, sehingga filter lebih mudah menyaringnya.
  7. Remove Turbidity Step 7.jpg
    7
    Periksa jika filter bermasalah. Jika cara-cara tersebut tidak ada yang berhasil menjernihkan air, mungkin ada masalah di filter Anda. Periksa dan perbaiki masalah ini sebelum mulai mencoba kembali.
    • Pastikan filter tidak terlalu kecil untuk ukuran kolam renang Anda.
    • Pastikan bagian-bagian filter masih berfungsi dan tidak ada yang perlu diganti.
    • Periksa tekanan filter. Tekanan yang terlalu rendah bisa mengindikasikan adanya sumbatan di dalam filter. Hal ini juga bisa mengindikasikan rusaknya katup pengontrol aliran air (backwash valve).
    • Jika Anda menggunakan filter tanah diatom (DE/Diatomaceous earth), bongkar dan bersihkan seluruh bagiannya. Periksa juga jika ada yang rusak.
Metode 2 dari 3: Akuarium
  1. Remove Turbidity Step 8.jpg
    1
    Ganti sebagian air. Ganti sekitar 20 persen air di akuarium setiap hari, sampai air menjadi bersih. Ganti sebagian air yang kotor dan segera ganti dengan air baru.
    • Jangan mengganti lebih dari 20 persen air dalam sehari. Jika Anda mengganti lebih dari jumlah tersebut, ikan-ikan bisa menjadi stres dan menyebabkan mereka sakit atau mati.
    • Ganti sebagian air dan sisakan sebagian air yang kotor. Bakteri yang ada di air akan kelaparan yang kemudian akan membuat air menjadi lebih jernih.
    • Setelah air lebih jernih, Anda hanya perlu mengganti air sekali selama kurang lebih dua minggu.
  2. Remove Turbidity Step 9.jpg
    2
    Kurangi jumlah makanan. Jika ikan tidak selalu menghabiskan makanan yang Anda berikan, kurangi sebanyak 5-10 persen.
    • Jika tidak termakan, makanan ikan akan mengendap dan membuat air kotor. Makanan yang busuk juga akan membuat bakteri berkembang biak.
    • Periksa akuarium kurang lebih 10 menit setelah Anda memberi makan ikan. Jika pada saat itu ikan sudah berhenti makan, gunakan jaring untuk mengambil makanan yang tidak termakan.
  3. Remove Turbidity Step 10.jpg
    3
    Tambahkan cairan pembersih akuarium kimia. Terlalu banyak bahan kimia tidak baik untuk ikan, tetapi pemberian garam akuarium, kondisioner air atau quick cure (formalin, hijau malasit) yang sesuai aturan akan membantu menjaga kejernihan air. Bahan-bahan kimia ini diformulasikan untuk membersihkan kotoran dan bakteri.
    • Ikuti petunjuk pemberian garam akuarium di label boks, dan gunakan garam ini sekali saja.
    • Ikuti petunjuk di label botol kondisioner dan gunakan setiap hari sampai air jernih.
    • Gunakan setengah dosis quick cure setiap hari sampai air jernih.
    • Gunakan salah satu saja dari bahan-bahan kimia ini. Pencampuran bahan kimia akan merusak ekosistem akuarium.
  4. Remove Turbidity Step 11.jpg
    4
    Tambahkan beberapa kerikil. Taburkan segenggam kerikil dari akuarium lain yang sudah (cukup lama) dibiakkan ke dalam akuarium Anda. Tunggu sekitar 24-48 jam dan lihat hasilnya.
    • Terdapat bakteri berguna pada kerikil di akuarium yang sudah dibiakkan tersebut. Tidak seperti bakteri berbahaya yang hidup di akuarium Anda, bakteri ini dapat mencerna kotoran dan menyeimbangkan bakteri lain yang berbahaya.
    • Bakteri baik ini juga membantu menciptakan koloni bakteri di dalam filter. Saat koloni bakteri berkembang biak di dalam filter, mereka mempengaruhi dan menarik bakteri lain untuk keluar dari tangki akuarium, sehingga air akan menjadi bersih.
    • Kerikil harus diambil dari akuarium yang sudah dibiakkan dan berisi ikan-ikan sehat. Anda biasanya bisa membeli beberapa kerikil ini di toko ikan atau memintanya dari teman Anda, jika ada.
  5. Remove Turbidity Step 12.jpg
    5
    Cek filter. Akuarium harus memiliki filter yang kuat dan tahan lama, filter tersebut harus bersih dan berfungsi dengan baik.
    • Pegang bagian luar filter. Jika terasa sangat panas, mungkin filter tersumbat atau rusak.
    • Cek petunjuk pembersihan jenis filter Anda untuk mengetahui metode yang tepat.
Metode 3 dari 3: Kolam
  1. Remove Turbidity Step 13.jpg
    1
    Tambahkan jerami hijau. Taburkan sebanyak dua ikat/bundel kotak jerami hijau untuk kurang lebih 0,4 hektar permukaan kolam setiap dua minggu. Jangan dilakukan lebih dari empat kali dalam setahun.
    • Jerami hijau bisa digunakan untuk membersihkan (endapan) lumpur yang keruh.
    • Untuk hasil terbaik, gunakan alfalfa, klover merah, rumput bermuda, atau jenis jerami legum lainnya.
    • Lepaskan ikatan jerami hijau, lalu tebarkan secara merata di pinggiran dalam kolam yang dangkal.
    • Saat jerami hijau membusuk, ia akan memproduksi asam organik dan ion-ion positif yang dapat menetralkan ion negatif pada lumpur.
    • Jerami hijau menstimulasi pertumbuhan bakteri baik. Jangan menggunakan jerami hijau terlalu sering, karena ia bisa menghabiskan oksigen dan membunuh beberapa ikan yang hidup di sana. Untuk alasan itu, jerami hijau akan lebih baik jika digunakan di kolam yang memiliki tingkat bahan organik alami yang rendah.
  2. Remove Turbidity Step 14.jpg
    2
    Gunakan gips (gipsum). Gunakan kurang lebih 182,5 kg untuk 1.000 meter kubik air. Jika dalam empat minggu dosis awal ini tidak membuat air jernih, gunakan dosis kedua 45,625 kg untuk 1.000 meter kubik air.
    • Gips juga digunakan untuk menjernihkan lumpur keruh. Ia menarik partikel-partikel lumpur, lalu mengikat dan mencegahnya mengendap.
    • Gunakan sekop kecil untuk menaburkan gips secara merata di kolam.
    • Gipsum dikenal dengan nama kimia kalsium sulfat. Kalsium mudah bercampur, sehingga cara ini biasanya kurang efektif jika Anda memiliki air sadah (banyak kandungan mineralnya), yang di dalamnya sudah terdapat banyak kalsium.
  3. Remove Turbidity Step 15.jpg
    3
    Jagalah kolam dari ternak Anda. Ternak yang berkeliaran bisa dengan mudah membuat kolam keruh, tetapi Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memagari kolam.
    • Saat ternak berada di dekat kolam, kotoran di pinggiran kolam bisa masuk ke dalam air dan membuatnya keruh.
    • Jika Anda ingin ternak Anda bisa minum dari kolam, Anda harus mengalirkan air ke dua tangki berbeda. Anda juga bisa memagari seluruh kolam dengan menyisakan sedikit ruang di pojok, hal ini akan membuat ternak Anda tetap bisa minum sekaligus meminimalkan banyaknya kotoran yang masuk ke dalam air.
  4. Remove Turbidity Step 16.jpg
    4
    Seimbangkan ekosistem kolam. Hewan-hewan air yang bersembunyi di bawah endapan bisa mengotori dan membuat air keruh jika tidak diperiksa.
    • Ikan atau hewan air yang bisa membuat air keruh antara lain: lobster, serangga air, ikan mas, dan lele bullhead.
    • Anda bisa mengontrol populasi lobster dan serangga dengan memasukkan predator ke dalam kolam. Contohnya adalah largemouth bass dan ikan lele channel.
    • Jumlah yang banyak dari ikan lele atau ikan lain yang suka berada di dasar air bisa dikendalikan dengan bola adonan (kue) atau umpan lain. Anda juga bisa mengontrol populasi lele dengan memasukkan ikan largemouth bass dan bluegill.
  5. Remove Turbidity Step 17.jpg
    5
    Lindungi kolam dari gangguan alam. Angin, ombak, erosi tanah, dan DAS (daerah aliran sungai) bisa mengotori kolam Anda dan membuatnya keruh.
    • Untuk meminimalkan gangguan aliran DAS, taruhlah tanah bervegetasi (tanah yang bisa diangkat dan terdapat tanaman di atasnya) untuk melindungi batas pinggir kolam, bentangkan kurang lebih sepanjang 30,5 m di sekeliling kolam. Rumput gulung (sod grass/turf) biasanya merupakan pilihan yang bagus.
    • Kurangi gangguan angin dengan menebarkan batuan kecil di sekitar batas pinggir kolam yang terkena terpaan angin kencang.
    • Anda juga bisa menanam pepohonan atau semak-semak di sekitar kolam untuk menahan terpaan angin, tanamlah di sisi kolam yang berlawanan dengan arah angin. Tanamlah tumbuhan air di sisi kolam yang searah dengan gerak angin.
    • Jangan pernah menanam pohon di bendungan, akar pohon akan merusak struktur bendungan.
    • Jika ada aliran air yang melalui atau melewati kolam, pasang penyaring endapan di hulu aliran tersebut.

Hal yang Anda Butuhkan

Kolam Renang

  • Jaring kolam renang
  • Filter kolam renang
  • Paket peralatan penguji air kolam renang di rumah
  • Klorin serbuk
  • Air bersih
  • Cairan penjernih kimia

Akuarium

  • Air bersih
  • Jaring tangki akuarium
  • Kerikil dari tangki akuarium yang sudah dibiakkan
  • Filter
  • Garam akuarium
  • Kondisioner air
  • Quick cure akuarium

Kolam

  • Jerami hijau
  • Gips
  • Sekop
  • Pagar
  • Tanah bervegetasi (rumput gulung, dll.)
  • Pohon atau semak-semak
  • Batu-batu kecil

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar