Air keruh tidaklah sehat, baik air yang ada di kolam renang,
akuarium, atau kolam. Ada berbagai penyebab yang bisa membuat air sangat
keruh, tetapi setelah melakukan beberapa percobaan, Anda biasanya akan
bisa menjernihkan air keruh ini.
Metode 1 dari 3: Kolam Renang
-
1
Bersihkan sampah organik. Gunakan jaring kolam renang
untuk menyaring semua sampah besar yang terlihat di air. Sampah organik
biasanya termasuk dedaunan, ranting, dan bangkai serangga.
- Sampah organik bisa merusak dan membuat endapan di air. Kotoran pada sampah itu juga bisa membuat air keruh.
-
2
Jalankan filter. Nyalakan filter air 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu sampai air bersih lagi.
- Jika meteran tekanan menunjukkan angka 3,6 sampai 4,5 kg lebih
tinggi daripada tekanan awal saat dinyalakan, filter harus dicuci atau
dibersihkan.
- Selama meteran tekanan tidak mencapai angka ini, biarkan sampah
masuk ke dalam filter. Beberapa kotoran dan sampah di dalam filter
justru akan membantu karena membuat filter bisa menyaring
partikel-partikel kecil.
-
3
Ukurlah komposisi air di kolam renang. Ukurlah
tingkat pH air, komposisi klorin, dan sianurat klorida. Setelah diukur,
Anda bisa membuat beberapa penyesuaian untuk mengatur tingkat komposisi
air ini.
- Paket penguji air kolam renang di rumah biasanya cukup berguna.
- Jika Anda tidak memili paket peralatan tersebut atau jika Anda
curiga hasilnya tidak akurat, ambil sampel air di kolam renang Anda
kemudian bawa ke toko perlengkapan kolam renang untuk diuji secara
profesional di sana.
- Tingkat klorin seharusnya antara 1,0-3,0 bpj (bagian per juta atau parts per million/ppm), dan tingkat pH seharusnya antara 7,2-7,4. Tingkat asam sianurat seharusnya antara 40 bpj.
- Perhatikan juga tingkat kekerasan kalsium dan alkalinitas total.
-
4
Lakukan shocking. Jika jumlah klorin di kolam renang sangat rendah, lakukan
shocking atau klorinasi super (meningkatkan penggunaan klorin dari biasanya) dengan menambahkan 1,35 kg butiran klorin per 2.500 L air.
- Tingkat klorin yang rendah adalah penyebab paling sering air di
kolam renang menjadi keruh. Sinar matahari dapat merusak klorin dan
membuatnya kurang efektif. Saat hal ini terjadi, bakteri akan berkembang
biak di dalam air dan membuat air keruh.
- Jika Anda mendapati tingkat klorin hanya sedikit lebih rendah dari
biasanya, Anda bisa mengatasinya dengan menambah jumlah klorin sesuai
petunjuk label. Shocking hanya diperlukan jika tingkat klorin sangat rendah.
-
5
Larutkan air. Jika air Anda memiliki tingkat asam sianurat tinggi,
shocking
saja mungkin tidak cukup. Turunkan tingkat asam sianurat dengan
mengalirkan 20 persen jumlah air, lalu isi kembali kolam renang dengan
air baru.
- Tingkat asam sianurat yang terlalu rendah akan membuat sinar
matahari mudah memecah klorin di kolam renang Anda, membuat air mudah
kotor dan dihinggapi bakteri. Anda hanya perlu melarutkan atau
mengalirkan air jika tingkat asam sianurat 100 bpj atau lebih.
-
6
Gunakan penjernih kolam renang. Jika semua cara di
atas gagal, Anda bisa mencoba menggunakan cairan penjernih kolam renang
kimia untuk menjernihkan air. Aturan/dosis penggunaan berbeda-beda
tergantung pabrik, jadi periksa petunjuk di label sebelum memakainya.
- Penjernih kimia akan mengikat dan membekukan partikel-partikel kecil, sehingga filter lebih mudah menyaringnya.
-
7
Periksa jika filter bermasalah. Jika cara-cara
tersebut tidak ada yang berhasil menjernihkan air, mungkin ada masalah
di filter Anda. Periksa dan perbaiki masalah ini sebelum mulai mencoba
kembali.
- Pastikan filter tidak terlalu kecil untuk ukuran kolam renang Anda.
- Pastikan bagian-bagian filter masih berfungsi dan tidak ada yang perlu diganti.
- Periksa tekanan filter. Tekanan yang terlalu rendah bisa
mengindikasikan adanya sumbatan di dalam filter. Hal ini juga bisa
mengindikasikan rusaknya katup pengontrol aliran air (backwash valve).
- Jika Anda menggunakan filter tanah diatom (DE/Diatomaceous earth), bongkar dan bersihkan seluruh bagiannya. Periksa juga jika ada yang rusak.
Metode 2 dari 3: Akuarium
-
1
Ganti sebagian air. Ganti sekitar 20 persen air di
akuarium setiap hari, sampai air menjadi bersih. Ganti sebagian air yang
kotor dan segera ganti dengan air baru.
- Jangan mengganti lebih dari 20 persen air dalam sehari. Jika Anda
mengganti lebih dari jumlah tersebut, ikan-ikan bisa menjadi stres dan
menyebabkan mereka sakit atau mati.
- Ganti sebagian air dan sisakan sebagian air yang kotor. Bakteri yang
ada di air akan kelaparan yang kemudian akan membuat air menjadi lebih
jernih.
- Setelah air lebih jernih, Anda hanya perlu mengganti air sekali selama kurang lebih dua minggu.
-
2
Kurangi jumlah makanan. Jika ikan tidak selalu menghabiskan makanan yang Anda berikan, kurangi sebanyak 5-10 persen.
- Jika tidak termakan, makanan ikan akan mengendap dan membuat air
kotor. Makanan yang busuk juga akan membuat bakteri berkembang biak.
- Periksa akuarium kurang lebih 10 menit setelah Anda memberi makan
ikan. Jika pada saat itu ikan sudah berhenti makan, gunakan jaring untuk
mengambil makanan yang tidak termakan.
-
3
Tambahkan cairan pembersih akuarium kimia. Terlalu banyak bahan kimia tidak baik untuk ikan, tetapi pemberian garam akuarium, kondisioner air atau
quick cure
(formalin, hijau malasit) yang sesuai aturan akan membantu menjaga
kejernihan air. Bahan-bahan kimia ini diformulasikan untuk membersihkan
kotoran dan bakteri.
- Ikuti petunjuk pemberian garam akuarium di label boks, dan gunakan garam ini sekali saja.
- Ikuti petunjuk di label botol kondisioner dan gunakan setiap hari sampai air jernih.
- Gunakan setengah dosis quick cure setiap hari sampai air jernih.
- Gunakan salah satu saja dari bahan-bahan kimia ini. Pencampuran bahan kimia akan merusak ekosistem akuarium.
-
4
Tambahkan beberapa kerikil. Taburkan segenggam
kerikil dari akuarium lain yang sudah (cukup lama) dibiakkan ke dalam
akuarium Anda. Tunggu sekitar 24-48 jam dan lihat hasilnya.
- Terdapat bakteri berguna pada kerikil di akuarium yang sudah
dibiakkan tersebut. Tidak seperti bakteri berbahaya yang hidup di
akuarium Anda, bakteri ini dapat mencerna kotoran dan menyeimbangkan
bakteri lain yang berbahaya.
- Bakteri baik ini juga membantu menciptakan koloni bakteri di dalam
filter. Saat koloni bakteri berkembang biak di dalam filter, mereka
mempengaruhi dan menarik bakteri lain untuk keluar dari tangki akuarium,
sehingga air akan menjadi bersih.
- Kerikil harus diambil dari akuarium yang sudah dibiakkan dan berisi
ikan-ikan sehat. Anda biasanya bisa membeli beberapa kerikil ini di toko
ikan atau memintanya dari teman Anda, jika ada.
-
5
Cek filter. Akuarium harus memiliki filter yang kuat dan tahan lama, filter tersebut harus bersih dan berfungsi dengan baik.
- Pegang bagian luar filter. Jika terasa sangat panas, mungkin filter tersumbat atau rusak.
- Cek petunjuk pembersihan jenis filter Anda untuk mengetahui metode yang tepat.
Metode 3 dari 3: Kolam
-
1
Tambahkan jerami hijau. Taburkan sebanyak dua
ikat/bundel kotak jerami hijau untuk kurang lebih 0,4 hektar permukaan
kolam setiap dua minggu. Jangan dilakukan lebih dari empat kali dalam
setahun.
- Jerami hijau bisa digunakan untuk membersihkan (endapan) lumpur yang keruh.
- Untuk hasil terbaik, gunakan alfalfa, klover merah, rumput bermuda, atau jenis jerami legum lainnya.
- Lepaskan ikatan jerami hijau, lalu tebarkan secara merata di pinggiran dalam kolam yang dangkal.
- Saat jerami hijau membusuk, ia akan memproduksi asam organik dan ion-ion positif yang dapat menetralkan ion negatif pada lumpur.
- Jerami hijau menstimulasi pertumbuhan bakteri baik. Jangan
menggunakan jerami hijau terlalu sering, karena ia bisa menghabiskan
oksigen dan membunuh beberapa ikan yang hidup di sana. Untuk alasan itu,
jerami hijau akan lebih baik jika digunakan di kolam yang memiliki
tingkat bahan organik alami yang rendah.
-
2
Gunakan gips (gipsum). Gunakan kurang lebih
182,5 kg untuk 1.000 meter kubik air. Jika dalam empat minggu dosis awal
ini tidak membuat air jernih, gunakan dosis kedua 45,625 kg untuk 1.000
meter kubik air.
- Gips juga digunakan untuk menjernihkan lumpur keruh. Ia menarik
partikel-partikel lumpur, lalu mengikat dan mencegahnya mengendap.
- Gunakan sekop kecil untuk menaburkan gips secara merata di kolam.
- Gipsum dikenal dengan nama kimia kalsium sulfat. Kalsium mudah
bercampur, sehingga cara ini biasanya kurang efektif jika Anda memiliki
air sadah (banyak kandungan mineralnya), yang di dalamnya sudah terdapat
banyak kalsium.
-
3
Jagalah kolam dari ternak Anda. Ternak yang berkeliaran bisa dengan mudah membuat kolam keruh, tetapi Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memagari kolam.
- Saat ternak berada di dekat kolam, kotoran di pinggiran kolam bisa masuk ke dalam air dan membuatnya keruh.
- Jika Anda ingin ternak Anda bisa minum dari kolam, Anda harus
mengalirkan air ke dua tangki berbeda. Anda juga bisa memagari seluruh
kolam dengan menyisakan sedikit ruang di pojok, hal ini akan membuat
ternak Anda tetap bisa minum sekaligus meminimalkan banyaknya kotoran
yang masuk ke dalam air.
-
4
Seimbangkan ekosistem kolam. Hewan-hewan air yang bersembunyi di bawah endapan bisa mengotori dan membuat air keruh jika tidak diperiksa.
- Ikan atau hewan air yang bisa membuat air keruh antara lain: lobster, serangga air, ikan mas, dan lele bullhead.
- Anda bisa mengontrol populasi lobster dan serangga dengan memasukkan predator ke dalam kolam. Contohnya adalah largemouth bass dan ikan lele channel.
- Jumlah yang banyak dari ikan lele atau ikan lain yang suka berada di
dasar air bisa dikendalikan dengan bola adonan (kue) atau umpan lain.
Anda juga bisa mengontrol populasi lele dengan memasukkan ikan largemouth bass dan bluegill.
-
5
Lindungi kolam dari gangguan alam. Angin, ombak, erosi tanah, dan DAS (daerah aliran sungai) bisa mengotori kolam Anda dan membuatnya keruh.
- Untuk meminimalkan gangguan aliran DAS, taruhlah tanah bervegetasi
(tanah yang bisa diangkat dan terdapat tanaman di atasnya) untuk
melindungi batas pinggir kolam, bentangkan kurang lebih sepanjang 30,5 m
di sekeliling kolam. Rumput gulung (sod grass/turf) biasanya merupakan pilihan yang bagus.
- Kurangi gangguan angin dengan menebarkan batuan kecil di sekitar batas pinggir kolam yang terkena terpaan angin kencang.
- Anda juga bisa menanam pepohonan atau semak-semak di sekitar kolam
untuk menahan terpaan angin, tanamlah di sisi kolam yang berlawanan
dengan arah angin. Tanamlah tumbuhan air di sisi kolam yang searah
dengan gerak angin.
- Jangan pernah menanam pohon di bendungan, akar pohon akan merusak struktur bendungan.
- Jika ada aliran air yang melalui atau melewati kolam, pasang penyaring endapan di hulu aliran tersebut.
Hal yang Anda Butuhkan
Kolam Renang
- Jaring kolam renang
- Filter kolam renang
- Paket peralatan penguji air kolam renang di rumah
- Klorin serbuk
- Air bersih
- Cairan penjernih kimia
Akuarium
- Air bersih
- Jaring tangki akuarium
- Kerikil dari tangki akuarium yang sudah dibiakkan
- Filter
- Garam akuarium
- Kondisioner air
-
Quick cure akuarium
Kolam
- Jerami hijau
- Gips
- Sekop
- Pagar
- Tanah bervegetasi (rumput gulung, dll.)
- Pohon atau semak-semak
- Batu-batu kecil
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar